Just a moment . . !

6 10 2008

Ah…akhirnya datang juga waktunya…!

Banyaknya aktifitas dan manajemen waktu yang kacau membuat hari – hari terasa penuh dan melelahkan, walupun mencoba menjadwalkan semuanya dengan baik tapi disiplin diri yang ada masih belum tertata, aneh memang dengan “Nganggur” justru malah melelahkan.

Setelah kepulangan kita dari Jogja [Rabu /03/09/2008] aku langsung mencoba menyusun “sawah” baruku, dengan minimnya pengalaman ternyata membuat usaha dagang sangat melelahkan dan memusingkan [itu juga dirasakan my love] mulai dari belanja, menentukan harga, survey harga dipasaran, menghitung semua pengeluaran, pembukuannya, lay out yang menjual, disamping kita harus menjaga Nay kecil. Semuanya membutuhkan tenaga dan dana yang tidak kecil [buat aku], tapi semuanya sudah dimulai dan harus terus maju. Dengan bantuan dan pertolongan semua keluarga maka akhirnya kami membuka toko, walaupun masih minimalis, tapi karena ini bisnis dadakan [karena lebaran] maka harus secepatnya dibuka.

Bulan ramadhan yang seharusnya aku maksimalkan untuk menggapai ridho NYA, ternyata banyak mengalami hambatan, jadwal tarawih, tadarus, dan sholat sunah ada yang bolong, didera rasa capek/ lelah, membuat kita agak malas beribadah “ampuni aku ya Allah”. Dan puncak dari semua ini maka aku memutuskan untuk sementara melepas semua aktifitas “dunia” dan menyendiri di 10 hari terakhir ramadhan. Aku ingin memaksimalkan ramadhan ini karena aku sedang “nganggur” jadi fokus untuk beribadah lebih besar, tapi ternyata memang cobaan Allah luar biasa, dan keputusan Itikaf ini adalah salah satu bentuk komitmen untuk lebih dekat dengan Nya. Karena itikaf yang benar adalah benar – benar menyendiri di dalam masjid memaksimalkan ibadah dan tidak boleh keluar dari masjid kecuali hanya untuk bersuci, mandi dan buang hajat dan itu selama 10 hari. Akhirnya alhamdullilah dengan kebulatan niat 10 hari terlewati dengan baik, pulang saat takbir dikumandangkan di mana – mana, dada ini terasa sesak menahan luapan emosi, ramadhan telah berakhir, bulan ampunan telah usai, dan semoga aku bisa sampai di bulan ramadhan selanjutnya. Dan kerinduan akan Nay begitu menyeruak. “Aku benar – benar merindukannya “ batin ku. Aku ingin memeluk dan menciumnya.

……Tobe continue “LEBARAN”





MILEstone [5 km dan 6 km]

9 09 2008

“saya kecewa, tapi saya harus mengatakannya!”

Semua menunduk, diam. Yah…..! hari itu Jum’at, 29 /08 / 2008 ( sore)

duduk melingkar, meja di ruang tengah sebagai porosnya, hari ini kita mengadakan staff meeting jam 16.00 wib, biasanya hanya program staff tapi hari ini semua staff berhak hadir (kecuali Pak Dedi dan Yamidi), kita sudah bisa menebak agenda apa saja yang kira – kira akan di bahas, (apalagi kalau bukan acara perpisahan) tapi ternyata ada satu hal yang membuat pak sofyan mencoba mengungkapkan isi hatinya sore ini, yah….!satu hal yang semula tidak terfikirkan oleh kami (bahkan oleh saya), dan satu hal itu yang membuat pak Sofyan begitu bergetar menahan artikulasi suaranya agar terlihat datar, tapi kami masih bisa merasakan luapan emosi dan desakan kesedihan yang menjadi satu disana. Kejadian tidak mungkin terulang, kata sudah terucap dan pembelajaran sudah dimulai saat ini. Dua orang yang memandang sebongkah batu belum tentu mereka bisa menceritakan hal yang sama, apalagi dari sudut yang berbeda, catat kawan “pandanglah segala sesuatu dari sudut pandang atau perspektif yang berbeda”[mileSTONE 5km]. Aku tergetar saat melihat orang seperti pak Sofyan, bahwa bekerja bukanlah hanya mencari uang semata (bukan untuk seseorang), tapi juga teman, sahabat bahkan keluarga, mereka seperti bagian tubuh, saat satu sakit semua merasakannya, itulah salah satu alasan mengapa pak sofyan mengundurkan diri. Walaupun aku berharap tidak perlu sejauh itu, karena aku yakin bahwa itu bukan penghianatan. Mungkin dengan tetapnya pak Sofyan disana, beliau masih bisa membuat kegiatan yang suatu saat nanti bisa melibatkan kita lagi, tapi semua keputusan ada di tangan beliau dan aku menghormatinya.

“maafkan, terima kasih” kata tersebut banyak terulang, satu persatu kami mengucapkan segala luapan emosi dan keinginan kami sebelum berpisah. Kata demi kata mengalir mewakili perasaan masing – masing staf. Kami sudah siap, kami akan berjuang dan kami ingin hidup lebih baik lagi,(itu tergambar dari wajah – wajah semua staf). Semua tertawa, semua senang dan semua melupakan segala permasalahan yang terjadi selama ini, “Goreskanlah segala cerita tentang kegembiraan, kesenangan dan keceriaan di pualam yang putih agar kita bisa mengenangnya, dan goreskanlah segala kepedihan, duka dan lara di atas pasir agar angin kesedihan segera menghapusnya agar tidak berbekas lagi” [mileSTONE 6km]. Selamat berjuang SAHABAT.

Dan untuk ESOK, bersenang – senang ke OWABONG, lupakan semuanya…..!





mileSTONE [4km]

29 08 2008

“tibalah saatnya” pikirku.

Jum’at/29/08/08 :09.00 Wib : Yah…..hari ini adalah hari terakhir aku bekerja di IRD, aku masih belum bisa menebak, akan ada acara apa di hari ini, tapi biasannya sih staff meeting wait and see aja lah.

Ada sebuah tradisi di IRD bila salah satu staffnya keluar atau naik jabatan akan ada yang namanya verywell party [aku ga tau nulisnya bener ga] yang artinya kurang lebih pesta perpisahan, biasanya dari bagian logistic sudah menyiapkan tempat untuk makan – makan dan upacara perpisahannya [hik..hik.], ga tahu itu budgetnya dari mana, yang penting kita kumpul, makan, trus “saweran” buat beli kado deh. Itu dilakukan setelah pulang kantor with all staff no matter.

Hari ini akan terasa lain, atmosfer kantor mulai terasa hening, mereka bermain dengan alam fikiran masing – masing [seandainya aku bisa masuk ke alam mereka]. mereka mencoba menuangkan apa yang mereka rasakan lewat email dan blog Ikatan keluarga besar ird. Entah pesta seperti apa yang bisa mewakili perasaan mereka, entah kado apa yang bisa membuat semuanya berjalan seperti hari biasanya. Tapi aku senang aura optimis dan keyakinan yang kuat akan misteri pembuat rizki membuat semuanya berjalan terlihat wajar [setidaknya oleh ku].

Oh iya…..! besok kita masih ada acara, yaitu piknik dan karyawisata ke Owabong atau Obyek Wisata Air Bojongsari, adalah sebuah objek wisata yang menyajikan panorama air, utamanya adalah kolam renang dengan berbagai karakteristiknya [kata internet sih]. Besok kita berangkat pukul 06.00 wib [buset pagi banget]. Semoga besok bisa tepat waktu.

Hah….[menghela nafas]…senin ngapain ya?

Oh iya [lagi]……! Seninkan sudah puasa [kalo ga beda lagi], Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu : Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya, pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat, juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i), jadi kita siapkan semuanya mulai dari sekarang dan marilah kita berlomba untuk meraih kemenangan dengan gemilang. SEMANGAT.

MileSTONE kali ini :

Pagi ini seperti biasanya, aktifitas pagi membuat kita [aku dan istri], melupakan si kecil, umy nya masak dan aby nya[aku red], nyuci popok [cie bapak yang baik kan?]. Kita biarkan buah hati bermain sendiri sampai tiba waktunya dia merasa bosan, pertama dia hanya menggumam, dan Umy nya hanya mengatakan “iya..! [tanpa mendekat], selanjutnya mulai agak keras dan aby nya “iya aby disini”[tanpa mendekat juga], tiba – tiba dia teriak dan menangis, otomatis kami langsung lompat dan mendekat bersamaan, catat kawan “setiap keinginan membutuhkan sebuah usaha yang kuat, jangan pedulikan hasil”, kawan saat bertanding “lihatlah score sekali – kali aja !”





mileSTONE [3km]

28 08 2008

“Sudah kuputuskan!” kataku.

Akhirnya aku memutuskan, yah sambil mengisi kekosongan hari karena jobless maka aku harus membuat rencana aktifitas yang menghasilkan, berunding dan meminta masukan dari my lovely wife, maka ku putuskan untuk memulai usaha dagang di rumah Pacitan [walaupun sebenarnya istriku masih ingin tetap tinggal di Jogja] dengan memanfaatkan moment lebaran maka pilihanku adalah berdagang konveksi dan makanan kering. Kebetulan di rumah mertua ada kios yang tidak digunakan dan iparku juga ngajak kerjasama, jadi semoga ini menjadi barokah buatku dan keluarga..amien.

memang berat meninggalkan Jogja, selain aku sudah menemukan ritme hidup disini aku juga harus pulang kampung [balik kandang], kadang diperlukan jarak untuk membuat seseorang peduli dan sayang pada kita, dengan di rumah berarti harus kumpul dan berdekatan dengan keluarga, dan potensi percikan konflik pasti lebih besar, tapi aku yakin dengan berbekal kepercayaan dan niat baik semuanya pasti baik – baik saja.

Belanja ….belanja…belanja….!rabu, 27/08/08 :09.30 – 13.30 wib dengan alasan kepentingan keluarga J aku minta ijin ibu Ilma [APM] untuk tidak masuk di hari itu [lagian di kantor aku ga ada aktifitas yang berarti]. Aku mau cari barang, berkat referensi seorang teman [sid+] maka aku menemukan tempat untuk beli batik [beringharjo], dan jilbab[rabbani]. Alhamdulliah semuanya dipermudah. Dengan modal yang ada ternyata barang yang kita dapat masih belum seberapa, tapi kita ingin baca pasar di rumah dulu, apakah memungkinkan untuk nambah modal apa tidak…ada yang berminat?

Salah satu hal yang membuatku bersyukur keluar dari IRD adalah bertepatan dengan momen Ramadhan [semoga aku bisa hidup sampai Ramadhan], yah ..semoga aja aku bisa lebih fokus dalam menjalankan bulan yang paling kurindukan. Aku ingin istirahat sementara untuk fokos di Ramadhan bulan ini, setelah itu baru “hunting” lagi. Apalagi kalau bukan kerjaan [Mungkin di Ramadhan nanti akan ku mintakan doa untuk karirku juga :) ].

Kamis/28/08/08 [Pagi] Belum pernah aku melihat my lovely wife begitu berbinar hari ini, seperti membangkitkan harimau tidur. Memang salah satu hal yang membuatku ingin usaha adalah mencoba untuk membuat istriku bisa mengisi kekosongan hari – harinya, karena aku juga merasakan bahwa aktifitas yang monoton membuat kita merasa bosan, walaupun buah hati kita sering membuat kejutan dengan tingkah lucunya, tapi ada kalanya waktu terasa terhenti dan kita tidak tahu harus berbuat apa. Dengan adanya usaha ini ternyata membuat dia begitu bersemangat, semoga ini merupakan pilihan yang tepat, karena ada juga sedikit kekawatiranku buah hatiku akan terabaikan. Hope not…!

MileSTONE kali ini :

Setiap pulang dari tempat kerja ada suatu kerinduan untuk cepat – cepat sampai di rumah, ada rasa kangen dengan buah hatiku [dan umy nya juga :) ], saat sampai biasanya dia belum tidur, dengan perasaan kangen aku menggendong dan memeluknya [my baby maksudnya :) ], dia cukup tertawa dan tersenyum manis, saat dia mulai mengantuk maka aku menggendongnya sampai dia tertidur, itu hampir tiap hari ku lakukan, hingga jadi kebiasaan, dia jadi susah tidur kalau tidak di gendong terlebih dahulu, pada saat tertentu kadang itu merepotkan bagi kita [karena malam tiba – tiba bangun, dia minta gendong] , dan membuat dia menjadi manja. Catat kawan “ rasa sayang yang berlebih kadang tanpa sadar membuat orang yang kita sayangi jadi terjerumus pada hal yang salah” begitupula untuk orang yang kita kasihi, berikanlah rasa itu secara sederhana.





mileSTONE [2 km]

26 08 2008

17.36 wib : “Assalamu’alaikum Wr.Wb…! sapaku saat kaki menginjak pelataran rumah kontrakan, “aku pulang …!” tambahku, istri menyapa,dan anakku tersenyum senang [bakal digendong nih …pikirnya], ada yang lain sore ini. Yah di rumah banyak barang berserakan, istriku ternyata sedang berkemas, dibantu tetangga dia sudah mulai mengemasi barang – barang yang ada di rumah [biar Cuma 1 1/2 tahun ternyata banyak juga barang kami] semuanya sudah banyak yang masuk kardus, kita mememang kontrak rumah sampai Mei 2009,jadi masih lama, tapi kita memutuskan untuk pulang kampung dulu ke Pacitan “the peaceful city”, kita ingin istirahat dulu untuk mencoba menata diri dan memetakan keadaan kita, yah inilah resikonya bekerja di swasta yang ga tetap. But it’s fun…kita jadi mempunyai banyak teman dan saudara. Tapi saat ” boyongan”[pindah] adalah saat yang paling menyebalkan, ribet, capek, dan banyak ongkosnya.

Dan haripun malam, saatnya menidurkan buah hati, menggendong dia dan menidurkannya adalah saat paling menyenangkan, apalagi dia tidur dengan memelukku [bener – bener damai banget] seakan tidak ingin menaruhnya di peraduannya “ tangan kecil itu menggapaiku, mengajakku masuk dunianya,bening matanya meneduhkan, lembut kulitnya menyejukkan, senyumnya menyiratkan banyak makna,tawanya terpendam dalam kedamaian, hati ku luluh dihadapannya, air mata jantan tak tertahan lagi, karang hatiku goyah melunak, tak ada daya diriku dihadapannya, kaulah bidadari kecilku, malaikat hatiku, kendali jiwaku”. Dan malam pun sepi menusuk.

04.20 wib: Adzan subuh berkumandang, waktunya menunaikan kewajiban, Rasulullah SAW kepada pengikutnya, berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh”. Dan dalam hadis lain beliau menjamin bila orang senang bangun subuh maka rezeki dan hidupnya akan berkah seperti sabda Rasulullah SAW: “Berpagi – pagilah kamu mencari segala keperluan atau hajat, karena sesungguhnya diwaktu pagi itulah terdapat berkah”. Amin. Ternyata si kecil pun bangun, alhamdullah dia selalu ikut terbangun saat subuh, dan agak siangan aku mengajaknya jalan – jalan menghirup udara pagi di perumahan.

08.13 wib : aku berangkat menuju kantor. Sampai di kantor ternyata Masih sepi… teman – teman banyak yang ngambil hak mereka yaitu CUTI, hak yang harus mereka ambil sebelum kontrak habis, Januar, Pak Prapto, Pak Sunoto, Bude Yuni, Pak Subhan, Daniel cuti hari ini. Dan rutinitas hari ini seperti biasanya browsing dan ngeblog.

mileSTONE hari ini :

saat sore ketemu dengan istriku, ada yang aneh dengan dia, dia agak pendiam dan kurang semangat, akhirnya sebelum tidur kita ber muasabah [koreksi diri] kenapa dia bersikap seperti itu, ternyata dia tersinggung dengan sikapku, dan sialnya aku tidak menyadari bahwa ada sikapku yang membuat dia tersinggung. Karena aku berfikir itu semua demi kebaikan kita. Catat kawan “bahwa apa yang mungkin menurut kita baik belum tentu menurut orang lain baik, begitu juga sebaliknya”. Dalam penghambaan kita ke Allah berlaku juga hal tersebut “apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik, dan apa yang menurut kita jelek, belum tentu menurut Allah jelek” dan untuk Allah tak ada persangkaan jelek terhadap Nya.





mileSTONE [1 km]

25 08 2008

pagi yang cerah untuk memulai aktifitas, menyapa buah hati dan menghabiskan waktu dengannya adalah hal yang menyenangkan, senyum tulusnya, tawa riangnya dan rengekannya adalah moment yang sulit tergantikan. dan selanjutnya baru Umy nya :) . Sebelum menuju tempat kerja setidaknya aku harus menyelesaikan beberapa hal yang bisa aku lakukan, walaupun ada saat tertentu Aby nya merasa tidak berguna lagi:(

setelah 2 hari libur dan bermain dengan keluarga, kadang hari senin adalah hari yang menyebalkan [apalagi kontrak mau habis :) ] but life must go on.. 08.10 wib ku pancal sepeda win ku menuju kantor. what a wonderfull day….wish me luck…honey :)

08.30 wib sampai ke kantor dan hari ini adalah 4 hari lagi aku bergabung dengan IRD, tinggal menghitung hari jadi “pengangguran” :) . mungkin hampir satu setengah tahun aku bergabung dengan IRD disana banyak kutemukan pengalaman baru dan juga teman – teman baru, merekalah yang menempaku, dan merekalah yang memberi sisi warna lain dari lagit hidupku, yah mereka adalah sahabatku, aku pernah baca “persahabatan itu seperti mata dan tangan, saat tangan ini sakit mata merasakan dengan meneteskan air mata dan saat air mata tidak terbendung lagi maka tangan berusaha menghapusnya” semoga kita bisa seperti itu…. sahabat

Met pagi….Assalamu’alaikum…..!buat om Bahrun and Satim begitu masuk ada bang Hendra, bu Ilma, Yudith, dan Dayat mereka serius banget di depan computer, ga tau mereka lagi kerja atau browsing internet J tapi serius mereka kayak di warnet, berjejer di meja ruang tengah. Dan tak lama kemudian akupun bergabung dengan keseriusan di depan computer, tapi apalagi yang tak kerjain selain browsing and ngeblog, emang kayaknya hari – hari terakhir dengan program yang sudah selesai, kita termasuk golongan MaGaBut [ makan gaji buta]. dan detik menunggu waktunya “eksekusi” berdetak sangat kencang, mencoba merusak ritme waktu, namun atas nama keyakinan bahwa apapun keputusan Nya adalah yang TERBAIK buat ku…entah esok..!

Milestone hari ini

Cobaan terbesar pada manusia adalah ketika kita jauh dengan-NYA, siang ini saat sholat zuhur timer jam di computer saya sudah berdering untuk segera beranjak dan melaksanakan rutinitas wajib tersebut di masjid, dan suara adzan sudah mulai bersautan, tapi ada penundaan setan karena internet dan “ah masih adzan, nunggu iqomat aja”. Akhirnya tiba saatnya aku ke masjid, tapi banyak orang yang sudah mulai keluar masjid, ternyata sholat berjama’ah Zuhur sudah selesai, dengan perasaan bersalah aku wudlu dan menunaikan sholat, untung ada teman yang juga terlambat, jadi bisa berjama’ah sendiri, walaupun mungkin pahalanya berbeda..hanya Allah yang tahu…! Ingat sahabat “ Janganlah sekali – kali menunda waktu untuk melakukan suatu kebaikan” [it’s for today]





mileSTONE [0 km]

25 08 2008

mencoba meretas WAKTU dan mengurai kepingan peristiwa untuk disatukan dalam balutan legenda.

seringkali dalam perjalanan yang di lalui, kiri/ kanan jalan ada sebuah batu yang bertuliskan jarak dan nama kota, setiap 1 km ada batu pertanda yang menunjukkan seberapa jauh/ dekat dengan kota tujuan. sehingga bisa membayangkan berapa jam lagi perjalanan dan seberapa jauh lagi akan sampai, pertanda itu adalah MILESTONE, betapa bergunanya pertanda itu , dalam menentukan arah tujuan, begitu juga dalam hidup, banyak milestone yang telah di lewati. dan tak jarang yang diabaikan.

___________###_________

dalam setiap langkah pengembaraan, jauhnya jarak yang ku lalui banyak hal yang ku lewati, membutuhkan pertanda untuk mengingat sejauh mana aku melangkah, sejauh mana aku tersesat dan sejauh mana tujuan ku berada. MILESTONE mereka adalah pertanda jarak yang telah ku tempuh, di mile berapa aku harus menuju dan dimana aku berada, sudah banyak MILESTONE yang ku lewati dan banyak pula yang ku abaikan. mungkin aku terlalu menikmati perjalanan dan mengabaikan sekelilingku. banyak pula aku terhenti pada MILESTONE tertentu yang membuatku terpaku dan langkahku seakan – akan menancap di bumi, karena aku harus mengisi bekal dan menyiapkan stamina untuk melangkah lagi dan tak jarang pula dijarak itu ditawarkan banyak kesenangan dan godaan hidup, namun aku harus terus melangkah karena tujuan ku sudah jelas, “kota”ku sudah ku tentukan, dan aku harus sampai kesana dengan resiko apapun. dan Kawan sudahkah kau menentukan “kota”mu?di MILESTONE berapa kamu sekarang????….

di MILESTONE [0 km] aku coba memulai beberapa langkah yang tertinggal. Walaupun sudah banyak yang ku lewati namun aku harus meneruskan langkah..dari NOL kilometer…..!